Minggu, 04 November 2012

Keunikan gagasan gagasan dan teknik dalam karya seni kriya nusantara



Keunikan gagasan gagasan dan teknik dalam karya seni kriya nusantara

Fungsi kriya sangat penting bagi masyarakat dan negara karena sektor penjualn seni kriya dapat menigkatkan devisa. Perhatian pemerintah terhadap seniman kriya cukup baik ,hal ini terbukti dengan adanya pemberian penghargaan upakarti bagi seniman atau bagi seniman atau perajin seni kriya yang berprestasi.
Seni kriya merupakan hasil kreasi individu seseorang atau kerja sama beberapa karyawan. Karya seni tersebut mengandung tema dan memuat beragam simbol atau lambang yang menjadi cermin diri dan lingkungan tempat kriya tersebut berkembang.berikut macam macam seni kriya nusantara.

A.Kriya Batik
    Batik indonesia sudah dikenal luas didunia dan merupak karya seni kriya nusantara yang menjadi tradisi sejak ratusan tahun yang lalu. Kain batik sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari atau pada acara-acara penting .pakaian batik sering digunakan oleh hampir semua kalangan.
            Teknik yang digunakan dalam membatik diantaranya teknik tulis dan cap.teknik tulis menggunakan canting dan hasilnya berupa batik tulis.teknik cap menggunakan alat berupa cap dari bahan tembaga yang dibentuk menjadi motif khas tertentu dan hasilnya disebut batik cap.sekarang ini membatik tidak hanya dilakukan diatas kain Mori tetapi dapat juga dilakukan diatas kain sutera,kulit, dan kayu. jenis serta fungsinya juga beraneka ragam.

b.Kriya tenun
Tenun  adalah kegiatan menenun kain dari helaian benang pakan dan benang lungsin yang sebelumnya diikat dan dicelupkan ke dalam zat pewarna alami. adapun  cara pembuatannya dengan  menggunakan menggunakan teknik bukan mesin (ATBM). Teknik tenun ikat terdapat di berbagai daerah di Indonesia.
Daerah-daerah di Indonesia yang terkenal dengan kain ikat diantaanya: TorajaSintang,JeparaBaliLombokSumbawaSumbaFlores, dan TimorKain gringsing dari TengananKarangasemBali adalah satu-satunya kain di Indonesia yang dibuat dari teknik tenun ikat ganda. Kain ikat dapat dibedakan dari kain songket berdasarkan jenis benang. Songket umumnya memakai benang emas atau perak. Motif kain songket hanya terlihat pada salah satu sisi kain, sedangkan motif kain ikat terlihat pada kedua sisi kain.

c.Kriya bordir
Bordir merupakan penerapan motif hias dengan bordir diatas kain. Cara ini hampir sama dengan teknik bordir yaitu teknik sulam. Bantuan mesin bordir telah memudahkan proses produksi kriya bordir. Kreativitas perajin bordir dapat dilaihat pada motif hias yang dipilih seperti warna’ kesesuaian dengan bahan dan fungsi lainnya bordir ditetapkan pada pakaian, taplak meja,kerudung, dan mukena.
Kriya Bordir atau sulam adalah kriya yang menempatkan hiasan dari benang yang dijahitkan pada kain yang biasanya ditempatkan pada ujung-ujung kain yang berfungsi untuk menghias&mempercantik tampilan kain.


Berikut 4 bentuk desain dasar bordir adalah:
  • BENTUK ALAMI’ Bentuk desain ini sangat kuat di pengaruhi oleh bentuk alam benda, atau bentuk yang bersifat dan berwujud dari alam, yang penggambarannya sangat serupa dengan objek alam benda seperti daun, buah buahan, bunga, tumbuhan, batu, kayu, kulit, awan, pelangi, bintang, bulan, matahari, dan berbagai figure (binatang dan manusia). 
  • BENTUK DEKORATIF’ Bentuk desain yang berwujud dari alam ditransformasikan kedalam bentuk dekoratif dengan stilasi (gubahan) menjadi mode dan khayalan (biasanya di dukung oleh berbagai variasi serta susunan nuansa warna yang indah dan serasi). 
  • BENTUK GEOMETRIS ‘Bentuk desain ini berdasarkan elemen geometris, seperti persegi panjang, lingkaran, oval, kotak, segitiga, segienam (berbagai segi), kerucut, jajaran genjang, silinder dan berbagai garis. 
  • BENTUK ABSTRAK’ Bentuk abstrak adalah sebuah imajinasi bebas yang terealiasi dari suatu bentuk yang tidak lazim, atau sebuah perwujudan bentuk yang tidak ada kesamaan dari berbagai objek. Baik objek alami atau objek buatan manusia, dengan kata lain bentuk abstrak adalah sebuah bentuk desain yang tidak berbentuk atau tidak nyata.

d.Kriya anyaman

kegiatan nyaman sudah dikenal sejak zaman prasejarah.keterampilan yang sudah berusia ribuan tahun ini masih ditekuni oleh para perajajin di berbagai daerah. Bahan anyaman berasal dari bahan serat alam diantaranya: bambu, rotan, pandan, mendong dan eceng gondok.

Perinsip menganyam yaitu memanfatkan jalur melintang (horizontal yang disebut pekan)dan membujur(vertikal) yang disebut lungsi atau lusi).kedua jalur ini disusun tumpan tindih  bergantian sehingga bersatu. Ada juga teknik menganyam yang memanfaatkan jalur miring, diagonal dan gulungan.jalinan menampilkan motif  hias tertentu dan akan semakin menarik jika memanfatkan perbedaan  warna. teknik pembuatan  anyaman  dapat dilakukan dengan manual  ada juga yang menggunakan alat tenun yang disebut tustsel. Beberapa macam benda yng dihasilkan dari kriya anyaman diantaranya: kepe-kepe, sokasi, keranjang, topi, tas, tikar dan mebel.


e.Kriya lukis

Proses produksi kriya lukisan biasanya dilakukan secara manual diatas kain sejenis kanvas yang dibentangkan .proses melukis dimulai dengan melukis dasar dan melanjutkan dengan tahap penyelesaian .alat yang dipergunakan berupa kuas ,pisau,pelet, ‘pelet digunakan untuk mencampur warna dan cat minyak.dalam kriya lukis dapat membuat karya yang sama secara berulang ulang. Kriya lukis pada setiap daerah menggunakan media yang sangat beragam diantaranya:
1.  Lukisan dengan media kaca diproduksi dicerebon  dan bali
2.  Lukisan dengan media batik di produksi oleh pengrajin batik ditaman sari yagyakarta.
3.  Lukisan diatas beludru di produksi di jawa bwrat dan jawa tengaH
4.  Lukisan diatas kayu di buat oleh suku dayak dikalimantan dan  beberapa suku yang ada     Lukisan di produksi secara massal di rumah rumah penduduk dan dijual dengan harga relati murah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar